Home » , » KUALAT… ih ngeri !!!

KUALAT… ih ngeri !!!

Written By BAGUS herwindro on Aug 13, 2011 | August 13, 2011

Enam hari yang lalu, tepatnya tanggal 7 Agustus 2011, sebagaimana biasa di kediaman Ibu Narulita di daerah Ketintang dilaksanakan khususiyah. Kalau biasanya khususiyah dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, maka untuk kali ini waktunya diundur dengan dimulai saat sholat Isya berjamaah, sebab memberi kesempatan bagi jamaah untuk berbuka puasa terlebih dahulu.

Sebagaimana biasa pula Kang Wasi’ seusai khususiyah memberikan sedikit wejangan yang sangat besar manfaatnya khususnya untuk diri saya sendiri.

Dan sebagaimana biasa pula saya menuangkan dalam bentuk rupa aksara alias bahasa tulis di BLOG ini.

Sekali lagi, sebagaimana biasa pula penulisan ini mundur sekian hari setelah berlalu.

Demikian bunyinya…. he... he… he… [gaya si Doel di Islam KTP]


Kang Wasi’ mengingatkan bahwa seharusnya orang thoriqoh itu ibadahnya sudah tidak seperti menjalankan syariat saja, sudah harus lebih dari itu [kualitas dan kuantitasnya, pen.]. Wiridnya harus diistiqomahkan, sebab hal inilah yang akan membentuk akhlaq. Sebab dalam hati kita ini masih banyak tuhan-tuhan lain selaian Allah. Diakui atau pun tidak, kebanyakan kita ini masih sangat mencintai dunia. Mursyid pernah bilang kalau sekarang ini duit sudah jadi Gusti Allah.

Jadi kalau mau melihat hati seseorang ya dilihat saja dari akhlaqnya. Akhlaq ini merupakan maqom yang tertinggi setelah ilmu dan amal. Sebab itu Mursyid pernah dawuh bahwa akhlaq adalah pondasi inti kehidupan. Sebagaimana ihsan setelah islam dan iman, seperti juga hakikat setelah syariat dan thoriqoh, maka akhlaq ini merupakan puncak dari ilmu dan amal.

Nah dalam hubungannya dengan thoriqoh, menurut Kang Wasi’ mudah sekali untuk melihat akhlaq murid terhadap Mursyidnya, tinggal melihat apakah murid tersebut tunduk dan patuh terhadap apa yang diperintahkan Mursyid. Maka Kang Wasi’ pun menceritakan beberapa kisah orang-orang yang dikenalnya yang menurut Kang Wasi’, Kang Wasi’ sendiri belum mampu untuk menirunya. Maka dari itu, sekali lagi diingatkan oleh Kang Wasi’, kalau murid thoriqoh tidak pernah berkumpul baik dalam forum pengajian atau pun khususiyah maka mereka tidak akan pernah pula mendengar berbagai kisah yang bisa menjadi inspirasi untuk menjadi orang yang lebih baik.

Di antara yang dikisahkan adalah tentang seorang teman yang dijumpai Rasulullah di Raudhoh, ini tidak main-maian, sebab satu-satunya manusia yang tidak bisa ditiru wujudnya oleh Jin hanyalah Rasulullah. Kalau para wali sih, Jin masih bisa menyerupainya [membo-membo] dan kalau sampai ditemui Rasulullah berarti orang tersebut sudah melampaui 41 maqom. Ada lagi seorang murid yang sejak awal dibaiat diberi istiqomah oleh Allah, setiap hari berdzikir shalwat Syadziliyah 10.000 kali. Sampai sekarang ya tetap seperti itu. Lha kita ???

Ada lagi kisah tentang seorang yang setiap ke pondok, setiap ditawari apakah tidak ingin bertemu Yai, selalu dijawab tidak usah, yang penting sudah sowan ke pondok dan wiridan di makam. Kang Wasi’ bilang, lain dengan orang Surabaya, kalau ke pondok tidak bertemu Yai tidak mantab. Setelah sekian lama, maka akhirnya dia bisa dekat dengan Yai. Cuma mereka yang dekat Yai biasanya ujiannya banyak, diuji oleh Yai. Demikian juga dengan dia, apa pun yang dimiliki diminta oleh Yai, namun hebatnya dia tetap istiqomah tidak berubah sama sekali, dengan bersikap husnuzhon bahwa apa yang dimita oleh Yai tidak akan hilang dan pasti akan diganti, bahkan dia mengatakan seandainya nyawa sekalipun yang diminta oleh Yai pasti akan diberikan.

Itulah akhlaq murid terhadap mursyidnya. Kang Wasi’ mengingatkan bahwa apa yang diberikan Mursyid kepada kita muridnya, baik itu istighfarnya atau sholawatnya atau kalimat thoyibahnya atau yang lain, semua itu adalah milik Mursyid, sama sekali bukan milik kita.

Maka, dulu Bu Nyai pernah bertanya kepada almarhum Syaikh Abdul Jalil tentang bagaimana bila seorang murid tidak menjalani thoriqohnya ? Syaikh Abdul Jalil pun menerangkan bahwa bila ada murid yang tidak menjalankan thoriqohnya itu biasanya kalau diberi sakit oleh Allah akan sulit sembuhnya dan bila diberikan musibah oleh Allah akan sangat sulit pula hilangnya.

Kang Wasi’ pun pernah dipesan oleh almarhum Yai Wahid Zuhdi bahwa kalau ada seorang murid yang KUALAT terhadap Mursyidnya, jangan pernah ditolong, jangan pernah dibantui, sebab yang menolong biasanya juga akan ikut terkena imbasnya, yaitu juga ikut kualat itu sendiri.

Ih…. ngeri…. !!!
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger